Umbul Grogolan

Eksistensi Mata Air Umbul Grogolan sebagai Sumber Kehidupan dan Tradisi Masyarakat Umbulmartani

 

Umbul di Lereng Merapi: Sumber Mata Air dari Dalam Bumi
Mata air merupakan sumber air tanah yang mengalir atau keluar dari akuifer atau belahan batu menuju permukaan tanah yang dapat menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan. Sama halnya dengan sumber mata air yang berada di kelurahan Umbulmartani, Umbulmartani menjadi salah satu kelurahan yang berada di lereng gunung merapi. Kondisi ini juga mempengaruhi daerah resapan air dari akuifer yang muncul pada permukaan tanah. Mata air atau yang biasa dikenal dengan sebutan tuk atau umbul ditemukan di Padukuhan Grogolan, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejarah Pemanfaatan Sejak Masa Kolonial
Umbul ini sudah ada dan ditemukan sejak zaman penjajahan Belanda dan mulai digunakan serta dimanfaatkan secara rutin sejak zaman penjajahan Jepang. Mata air ini memiliki volume air yang besar hingga pada masa itu tidak pernah mengalami kekeringan meskipun pada musim kemarau. Aliran mata air ini di alirkan hingga melewati persawahan warga sekitar sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengairi area sawah warga. Selain itu, umbul ini juga digunkan untuk mendukung aktivitas warga sekitar seperti halnya mandai dan mencuci baju.

Umbul Wadon dan Umbul Lanang
Menurut warga sekitar terdapat dua jenis umbul yaitu, Umbul Wadon dan Umbul Lanang, umbul wadon merupakan umbul yang memiliki volume mata air besar, dan Umbul Lanang merupakan umbul yang memiliki volume mata air kecil. Di Padukuhan ini terdapat dua Umbul, yang masih digunakan hingga saat ini yaitu umbul wadon, sedangkan Umbul Lanang kondisinya sudah tidak terawat bahkan akses untuk menuju lokasi umbul lanang sudah sangat sulit dijangkau meskipun lokasi kedua umbul ini berdekatan.

Upaya Pelestarian dan Pembangunan Fisik
Usaha menjaga kelestarian umbang ini dilakukan oleh seluruh pihak, seperti dilakukannya pembangunan pada tahun 2008-2009 sumur di lokasi mata air terbesar dengan menggunakan dana bantuan dari pihak PU berupa talud. Pembangunan sumur ini menggunakan 8 bis. Lalu dilakukan pembangunan lagi di tahun 2021-2022 yang dilakukan pada sekeliling mata air untuk dilakukan pembangunan pembatasan pada mata air. Selain itu, juga pernah dilakukan penanaman bibit ikan yang ditujukan untuk menyeimbangkan ekosistem lingkungan. Sedangkan untuk menjaga kebersihan lingkungan mata air, dilakukan kegiatan bersih sungai yang biasanya diadakan pada saat selesai musim kemarau antara waktu transisi musim kemarau-musim hujan. Selain itu, juga dilakukan kegiatan bersih sungai oleh Komunitas Pecinta Sungai yang terdiri dari masyarakat sekitar.