Tradisi Kenduri Padukuhan Cilikan
Di padukuhan ini upacara kenduri menjadi tradisi setiap tahunnya. Dilaksanakan tujuh kali selama setahun. Kenduri diadakan di dua tempat, yaitu di gedung pertemuan Balai Padukuhan Cilikan dan Masjid Cilikan. Tujuh kali kenduri Besaran dilaksanakan malam Sepuluh Suro, sedangkan Saparan dilaksanakan pada tanggal 15 Sapar, Muludan dilaksanakan malam kelahiran Nabi Muhammad SAW. Malam 12 Maulud. Selikuran tiap malam ke-21 Ramadhan, Pitulasan dilaksanakan tiap tirakatan malam 17 Agustus, Ruwahan dilaksanakan sesudah tanggal 20 bulan Ruwah dan kenduri Riyaya atau Bakda dilaksanakan akhir puasa Ramadhan tiap tahunnya.
Kenduri tiap tanggal tertentu sesudah maghrib di rumah dukuh dengan dihadiri kepala keluarga atau yang mewakili di masyarakat Padukuhan Clikan dengan membawa uba rampe kenduri, seperti nasi, sayur kentang atau tahu pedas, peyek, dan lauk lainnya. Penduduk Padukuhan Cilikan membuat ambeng atau tumpeng nasi gurih dan ingkung ayam jantan Jawa. Kenduri ini diadakan karena hari-hari tersebut dianggap merupakan hari istimewa atau hari keramat karena saat itu terjadi hal-hal yang luar biasa, seperti hari peringatan Kemerdekaan Indonesia, sejarah kelahiran nabi dan rasul. Pada saat itulah waktu yang tepat bagi warga Padukuhan Cilikan minta keselamatan dan rezeki kepada Tuhan agar kehidupan penduduk setempat selamat dan mendapat rezeki yang berlimpah dalam hidupnya.